MAKALAH
" MANUSIA
DAN HARAPAN "
Disusun oleh :
Merryta Bintang Sukendar ( 14315144 )
Kelas
: 1TA04
FAKULTAS
TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAAN
JURUSAN S1
TEKNIK SIPIL
MATAKULIAH :
ILMU SOSIAL DASAR
DOSEN :
EMILIANSYAH BANOWO
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah
yang bertema “ manusia dan harapan “ dukungan moral dan materil yang diberikan
dalam penyusunan makalah ini, maka penulis mengucapkan banyak terimakasih
kepada
1.
Bapak Emiliansyah Banowo sebagai
dosen Ilmu Sosal Dasar, yang memberikan kesempatan pada penulis untuk membuat
makalah ini.
2. Orang tua ku yang selalu mendukungku dan memberiku
nasihat dalam keadaan apapun.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan
kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan
makalah ini.
Penulis
BAB I
PEMBAHASAN
A.
Latar Belakang
Harapan, setiap manusia pasti memiliki harapan untuk
kehidupannya, harapan-harapan yang baik pastinya. Manusia yang
tidak memiliki harapan dalam hidupnya adalah manusia yang memiliki sifat
pesimistis, gampang putus asa, dan mudah menyerah. Tidaklah baik memiliki sifat
seperti itu. Sekecil apapun harapan yang ada kita haruslah percaya pada harapan
tersebut, karena itulah yang memberikan semangat pada kita untuk dapat terus
berlanjut pada apa yang ingin kita raih.
B.
Tujuan
Tujuan
utama penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas ilmu budaya dasar.
Selain itu saya juga ingin menambah wawasan serta memberikan informasi bagi
masyarakat umum yang membacanya. Diharapkan dengan membacanya, masyarakat
peduli terhadap keadilan dan mengutamakan kepentingan bersama.
C. Rumusan Masalah
1.
Apa yang di
maksud dengan harapan
2.
Apa Sebab
Manusia Mempunyai Harapan
3.
Apa yang di
makskud dengan Kepercayaan
BAB II
ISI
A.
Pengertian Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi,
sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang
dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan. Setiap
manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati
dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya
berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.Harapan tersebut tergantung pada
pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing.
Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan
untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang
akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk
merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan
berkehandak. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri
sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat
terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada
akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.
B.
Sebab Manusia Mempunyai Harapan
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia
langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu keluarga
atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari
interaksi hidup. Ditengah – tengah yang lainnya, seseorang dapat hidup dan
berkembang baik fisik / jasmani maupun mental / spiritualnya. Ada dua hal yang
mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat
dan dorongan kebutuhan hidup.
1. Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan
alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan
oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata,
mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk
itu semua.
2. Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa
manusia mempunyai bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada
garis besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
C.
Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan
kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau
keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan
itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan
karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang
lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan
karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya,
melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan
yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin
besar kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar
kepercayaan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Harapan berasal dan kata harap yang berarti
keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang
diinginkan dapat terjadi. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan
mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya
perlu setinggi bintang. Harapan bukan hanya terucap dari mulut saja melain dan
dengan usaha dan doa, tanpa usaha dan doa pasti harapan terbuang dengan
sia-sia. Harapan juga, harus dibarengi oleh rasa optimis karena optimis adalah
factor mengharapkan sesuatu yang terbaik dari situasi tertentu.
REFERENSI
1.
http://saifulanwarbn.blogspot.co.id/2015/01/tugas-ilmu-budaya-dasar-BAB11.html
2.
https://sugiartiika.wordpress.com/2013/11/25/67/
3.
http://bellawardani.blogspot.co.id/2012/10/manusia-dan-harapan.html
4.
https://harun37.wordpress.com/2010/10/21/manusia-dan-harapan-kelompok/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar