MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR
" MASUKNYA BUDAYA BARAT KE INDONESIA "
Disusun oleh :
Merryta Bintang Sukendar ( 14315144 )
Kelas : 1TA04
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAAN
JURUSAN S1 TEKNIK SIPIL
MATAKULIAH : ILMU SOSIAL DASAR
DOSEN : HELNAWATY
2015
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
BAB 1 PENDAHULUAN
Latar Belakang
2
Rumusan Masalah 2
Tujuan Penulisan
3
BAB
II PEMBAHASAN
Pengertian
budaya 4
Masuknya
Budaya Barat Ke Indonesia 4
Dampak Budaya
Barat di Indonesia 6
Pengaruh Budaya
barat di Indonesia
7
Mengatasi Dampak
Negatif Budaya Barat yang Masuk 8
BAB III PENUTUP
Kesimpulan dan Saran 10
Daftar Pustaka 11
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah yang berjudul "Masuknya Budaya
Barat Ke Indonesia ". Atas dukungan moral dan materil yang diberikan dalam
penyusunan makalah ini, maka penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada
1.
Ibu Helnawaty sebagai dosen Ilmu Sosal
Dasar, yang memberikan kesempatan pada penulis untuk membuat makalah ini.
2.
Orang tua ku yang selalu mendukungku
dan memberiku nasihat dalam keadaan
apapun.
Penulis menyadari bahwa makalah ini
belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari
rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Depok , 04 Oktober 2015
Penulis
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Indonesia
adalah bangsa yang terkenal dengan keanekaragaman dan keunikannya. Indonesia
sendiri terdiri dari berbagai suku bangsa , yang mendiami belasan ribu pulau.
Masing-masing suku bangsa memiliki keanekaragaman budaya tersendiri. Di setiap
budaya itu tersebut memiliki nilai-nilai sosial dan seni yang tinggi. Namun ,
dengan seiring perkembangan zaman ( era Globalisasi ) , menyebabkakn
budaya-budaya asing ( barat ) masuk ke Indonesia. Dalam era globalisasi seperti
sekarang ini kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia semakin berkembang dengan
pesat. Hal ini dapat kita lihat dari semakin banyaknya rakyat Indonesia yang
bergaya hidup kebarat-baratan seperti mabuk-mabukan, clubbing, memakai pakaian
ketat, bahkan berciuman di tempat umum seperti sudah lumrah di Indonesia.
Pada
dasarnya Negara Indonesia mempunyai norma-norma yang harus di patuhi dan di
taati oleh masyarakat , seperti norma agama, norma hokum , norma sosial dan
norma kesopanan. Setiap norma memiliki peranan masing-masing dalam mengatur
kehidupan manusia. Norma merupakakn suatu ketetapan yang di tetapkan oleh
manusia dan wajib di patuhi oleh masyarakat dan memiliki manfaat positif bagi
kelangsungan hidup orang banyak . Kebudayaan orang-orang barat tersebut
sifatnya negatif dan cenderung merusak dan telah mengadi suatu kebiasaan yang
membudaya. Sehingga melanggar norma-norma yang berlaku dan mempengaruhi kebudayaan
bangsa indonesia yang ketimuran. tetapi tidak semua kebudayaan asing yang masuk
ke indonesia bersifat negatif, karena ada juga sisi positif dari masuknya
budaya asing tersebut.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang makalah yang ada, maka rumusan masalah dari makalah ini
dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana
budaya Barat dengan mudahnya masuk ke Indonesia ?
2. Bagaiman
dampak yang di timbulkan budaya barat yang masuk ke Indonesia ?
3. Bagaimana
pengaruh budaya barat terhadap gaya hidup remaja Indonesia ?
4. Bagaimana
cara mengatasi dampak negatife budaya barat yang masuk ke Indonesia ?
2
C. Tujuan
Penulisan
Dalam
penulisan makalah ini ada beberapa tujuan yang ingin di dapat , antara lain :
1. Untuk
mengetahui cara masuknya budaya barat ke indonesa.
2. Untuk
mengetahui dampak apa saja yang di timbulkan oleh budaya barat
3. Untuk
mengetahui pengaruh budaya barat
terhadap gaya hidup orang Indonesia.
4. Untuk
mengetahui cara mengatasi dampak positife budaya barat.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
budaya
Budaya
atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Buddhayah ,yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia.Kebudayaan sangat erat hubungannya
dengan masyarakat. Terdapat Beberapa tokoh mengemukakan , diantaranya :
·
Melville J.Herskovits
dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yangterdapat dalam
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki olehmasyarakat itu sendiri.
·
Cultural-Determinism
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun-temurun dari satu
generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik.
·
Andreas Eppink
memandang kebudayaan mengandung keseluruhanpengertian nilai sosial, norma
sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius,
dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektualdan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
·
Edward Burnett Tylor,
kebudayaan merupakan keseluruhan yangkompleks, yang di dalamnya terkandung
pengetahuan, kepercayaan, kesenian,moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapatseseorang sebagai anggota masyarakat.
B. Masuknya
Budaya Barat Ke Indonesia
Pada awalnya, budaya
asing telah masuk ke Indonesia sejak mereka menjajah bangsa indonesia. Selain
itu budaya asing juga masuk melalui perdagangan yang memang berkembang pada
saat itu, namun pada saat ini perkembangan teknologi yang sangat pesat
memudahkan kita untuk mengakses informasi dibidang apapun. Perkembangan
teknologi ini jugalah yang merupakan faktor utama pemicu mudahnya budaya asing
masuk ke Indonesia. Selain itu usia remaja merupakan usia yang sangat kritis,
apa yang menarik dan menyenangkan baginya dengan mudah akan ditiru.
Budaya tersebut masuk
melalui media komunikasi yang semakin lama semakin canggih seperti televisi,
dalam bentuk film, video klip, dll. Bukan hanya media elektronik tetapi juga
media cetak yang memuat informasi seputar budaya barat tersebut. Selain itu,
internet bukanlah sesuatu yang langka pada saat sekarang ini. Para remaja dapat
dengan mudah mengakses sesuatu hal yang baru melalui internet, baik hal yang
positif maupun negatif. Setelah mereka melihat gaya hidup dan kebiasaan orang
barat mereka mulai meniru dan merubah gaya hidupnya menjadi kebarat-baratan.
4
Contohnya saja dalam hal penampilan, banyak
remaja sekarang yang meniru gaya dan penampilan orang barat yaitu dengan
mewarnai rambut mereka, memberi warna pada mata mereka agar terlihat seperti
orang barat yang memiliki warna rambut dan mata berbeda dengan orang Indonesia.
Selain itu dalam hal etika pun remaja Indonesia memakai etika barat yang tidak
seperti di Indonesia, mereka tidak punya aturan hukum mengenai kesopanan,
agama, dan sosial.
Ø Faktor-faktor yang mempengaruhi masuknya
budaya Barat
1.
Kurangnya
Penjagaan yang ketat di wilayah gerbang Indonesia
Dalam gerbang wilayah Indonesia,
sepertinya kurang adanya badan seleksi khusus yang bisa menyeleksi budaya-budaya
asing negatif yang masuk ke Indonesia. Seperti masih banyaknya gambar serta
video porno yang didatangkan dari luar.
2.
Lifestyle
yang berkiblat pada barat
Saat ini banyak masyarakat Indonesia
yang meniru gaya hidup atau lifestyle orang-orang bule atau lebih berkiblat
kebarat-baratan, yakni melakukan sex bebas, berpakaian mini, ataupun kumpul
kebo. Istilah ini digunakan kepada pasangan yang bukan muhrimnya tetapi tinggal
seatap tidak dalam tali pernikahan. Di Indonesia gaya hidup ini tidak dibenarkan
karena menyalahi beberapa norma yakni norma agama, norma kesusilaan, norma
kesopanan. Sanksi yang diberikan bagi yang melanggar juga cukup berat terutama
pada lingkungan sekitarnya. Orang-orang yang melakukan “kumpul kebo” atau
tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan ini akan dipandang kurang pantas oleh
warga sekitar. Sanksi yang diberikan masyarakat tidak berat tetapi cukup
menyakitkan karena bisa-bisa akan mengucilkan orang yang melakukan kegiatan
ini.
3.
Menyalagunakan
Tekhnologi
Seperti sempat kita bahas diatas bahwa
pemanfaatan tekhnologi yang salah dapat mempermudah arus budaya asinya negatif
yang masuk. Seperti Internet sekarang ini internet banyak disalahgunakan untuk
hal-hal negatif, seperti ada situs porno, melakukan hal penipuan, dll. Orang-orang
menyalahgunakan pemanfaatan tekhnologi ini denga cara yang tidak benar.
Orang-orang bisa mengakses dengan mudah situs-situs porno yang mereka inginkan.
Hal ini membawa dampak buruk bagi yang menikmatinya.
5
C. Dampak
Budaya Barat di Indonesia
Kehadiran
globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk
Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan
pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti
kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan
mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme terhadap bangsa.
Ø Dampak
Positif
a. Perubahan
Tata Nilai dan Sikap
Adanya
moderenisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan
sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional.
b. Berkembangnya
ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah
dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c. Tingkat
Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya
industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih
merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf
hidup masyarakat.
Ø Dampak
Negatif
a. Pola
Hidup Konsumtif
Perkembangan
industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah.
Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak
pilihan yang ada.
b. Sikap
Individualistik
Masyarakat
merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan
orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah
makhluk sosial.
c. Gaya
Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua
budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai
menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan
bebas remaja, remaja lebih menyukai dance dan lagu barat dibandingkan tarian
dari Indonesia dan lagu-lagu Indonesia, dan lainnya. Hal ini terjadi karena
kita sebagai penerus bangsa tidak bangga terhadap sesutu milik bangsa
d. Kesenjangan
Sosial
Apabila
dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat
mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah
antara individu dengan individu lain yang stagnan.
6
Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.
Kesenjangan social menyebabkan adanya jarak antara si kaya dan si miskin
sehingga sangat mungkin bias merusak kebhinekaan dan ketunggalikaan Bangsa
Indonesia.
D. Pengaruh
Budaya barat di Indonesia
Pengaruh Budaya barat. Barat, sesuai namanya,
merupakan produk perkembangan di bilangan barat dunia yang menekankan
individualitas dan kebebasan. Sementara Indonesia merupakan bagian bangsa timur
yang menghendaki harmoni, komando, dan kolektivitas.
Bangsa Barat yang memberikan pengaruh cukup membekas
adalah Portugis dan Belanda. Terutama Belanda, budaya bangsa-bangsa ini
sebagiannya telah terserap dan masuk ke dalam struktur budaya bangsa Indonesia.
Sesungguhnya, terdapat sejumlah pengaruh “Barat”
yang hingga kini terus membekas di dalam struktur kebudayaan Indonesia.
Utamanya di dalam sistem pendidikan Indonesia. Pendidikan merupakan salah satu
komponen nonmaterial kebudayaan yang punya peran signifikan dalam melestarikan
suatu budaya. Selain pendidikan, mekanisme administratif pemerintahan negara
barat yang pernah menjajah Indonesia, yaitu Belanda juga punya pengaruh
tersendiri dalam pembentukan sistem sosial (politik) Indonesia.
Tidak hanya Negara barat saja yang mempengaruhi,
tetapi negara-negara Timur seperti Cina dan Jepang pun memberikan derajat
pengaruh tertentu bagi perkembangan sistem sosial dan budaya Indonesia. Jepang
tentu saja, memberikan pengaruh , yaitu lewat penjajahan singkat mereka atas
Indonesia. Sementara Cina, yang telah punya hubungan dengan kepulauan nusantara
jauh sebelum Islam menyentuh Indonesia, dan telah membentuk derajat pengaruh
tersendiri.
Sedangkan sekarang ini, kebiasaan-kebiasaan orang
barat yang telah membudaya hampir dapat kita saksikan setiap hari melalui media
elektronik dan cetak yang celakanya kebudayaan orang-orang barat tersebut yang
sifatnya negatif dan cenderung merusak serta melanggar norma-norma ketimuran
kita sehingga ditonton dan ditiru oleh orang-orang kita terutama para remaja
yang menginginkan kebebasan seperti orang-rang barat.
Contoh kebudayaan-kebudayaan barat tersebut dapat
kita lihat dari cara mereka berpakaian dan mode, film, sampai pada pergaulan
dengan lawan jenis.
7
E. Mengatasi
Dampak Negatif Budaya Barat yang Masuk
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki martabat
serta harga diri bangsa yang tinggi sehingga jangan sampai bangsa ini rusak
hanya karena pengaruh-pengaruh negatif dari pihak asing yang ingin
menghancurkan mental generasi penerus bangsa kita. Ada beberapa tindakan
antisipasi yang perlu dilakukan oleh generasi muda terhadap pengaruh asing yang
sifatnya negatif diantaranya :
1.
Bersikap
kritis dan teliti
Sebagai penerus
bangsa,kita harus bersikap kritis dan teliti terhadap hal-hal yang baru
didatangkan dari luar, bagaimana kita bisa memfilter apakah hal ini bisa
membawa dampak baik atau buruk bagi kita. Bersikaplah kritis terhadap sesuatu
yang baru, banyak bertanya pada orang-orang yang berkompeten dibidangnya dan
teliti apakah inovasi tersebut bisa sesuai dengan iklim indonesia dan pastikan
tidak melanggar norma-norma yang berlaku di Indonesia.
2.
Perluas
Ilmu pengetahuan (IPTEK)
Sebelum budaya asing itu masuk sebaiknya
kita telah mengetahui apa inovasi- inovasi yang masuk itu secara jelas dan
rinci. Kita bisa mengetahui keguanaan hal itu secara keilmuannya, seperti situs
jaringan facebook. Facebook saat ini sedang menjamur dikalangan masyarakat,
dari berbagai usia semua menggunakan situs ini untuk menjalin tali silaturahmi
yang telah lama terputus. Tetapi ada beberapa orang yang menyalahgunakan
facebook sebagai ajang caci maki dan hina dina. Jika kita mengetahui fungsi
awal facebook itu sendiri adalah untuk menjalin tali silaturahmi, kita tidak
akan menyalahgunakan situs ini untuk berbuat yang tidak-tidak. Sehingga kita
harus mengetahui terlebih dahulu fungsinya untuk apa dan manfaatnya seperti
apa.
3.
Harus
sesuai dengan Norma-norma yang berlaku di Indonesia
Pengaruh budaya asing yang masuk
terkadang tidak sesuai dengan noram-norma yang berlaku di Indonesia. Jika kita
menyaksikan film-film luar, mereka menganut gaya hidup yang bebas dan jika
diterapkan disini melanggar beberapa norma yang ada di Indonesia. Misalnya saja
berciuman dimuka umum. Kita sering menyaksikan film-film barat yang melakukan
adegan-adegan mesra di muka umum, hal itu tidak bisa diterapkan di Indonesia
karena melanggar norma kesopanan. Biasanya di film-film barat, wanitanya
berpesta dengan menggunakan pakaian mini sambil bermabuk-mabukan jika hal itu
diterapkan di Indonesia, adat seperti itu tetntu tidak sesuai jika kita
terapkan di Indonesia.
8
Indonesia masih memegang adat ketimuran
yang sangat kental sehingga masyarakat di sini hidup dengan aturan-aturan yang
berlaku dan tentunya pantas sesuai dengan adat kesopanan. Walaupun Indonesia
memiliki beriburibu pulau tetapi adat istiadat mereka selalu mengajarkan
kebaikan dan tidak menganjurkan perbuatan buruk untuk dilakukan.
4.
Tanamkan
“Aku Cinta Indonesia”
Maksud dari simbol ini adalah bahwa adat
istiadat yang ditularkan oleh nenek moyang kita adalah benar adanya dan dapat
membawa manfaat yang baik bagi diri kita sendiri untuk masa kini dan
kedepannya. Sehingga kita tidak mudah terbawa arus budaya asing yang membawa
kita kepada dampak yang negatif.
5.
Meningkatkan
Keimanan dan ketakwaan
Seperti telah kita bahas bahwa agama
merupakan pondasi utama dalam diri yang bisa mengontrol diri kita kepada hawa
napsu yang akan mengganggu kita kedalam jurang kenistaan. Agama sangat penting
bagi kelangsungan umatnya. Apabila sesorang sudah terbawa kedalam kesesatan,
agamalah yang menjadi penolong umatnya agar berubah kembali menjadi lebih baik.
9
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari semua isi makalah yang telah diuraikan, maka dapat kita
disimpulkan bahwa :
1. Proses filtrasi ( penyaringan ) perlu dilakukan supaya kebudayaan barat yang
masuk ke Indonesia tidak akan merusak
identitas kebudayaan nasional bangsa
kita.
2. Semua dampak positif dan dampak
negatif masuknya budaya asing di
Indonesia tergantung bagaimana kita menyeleksi budaya asing tersebut.
3.
Pentingnya peran masyarakat dan pemerintah dalam mempertahankan
nilai-nilai budaya Indonesia agar tidak terpengaruh oleh budaya asing yang
sifatnya negatif.
B.
Saran
Agar kebudayaan Indonesia dan kebudayaan asing
dapat berkesinambungan dengan baik, yakni tanpa merusak nilai-nilai kebudayaan
Indonesia, maka bangsa Indonesia sendiri harus benra-benar pintar dalam menyikapi dan menyeleksi budaya asing yang masuk ke
Indonesia.
10
